Kamis, 21 Juni 2018

Review Iklan : GO-JEK (GO-JEK Versi Kamu : Gozali)

Nama          : Rifqi Farhan 
Kelas          :  3EA23
NPM           : 15215974
Judul Iklan  : GO - JEK (GO-JEK Versi Kamu : Gozali)



Pada kesempatan kali ini saya akan me – review mengenai iklan Gojek tentang “Munculnya Gozali”. Go – Jek merupakan sebuah layanan booking ojek online melalui aplikasi Go – Jek yang bisa di unduh melalu smartphone android dan iPhone. Pendiri dari Go – Jek itu sendiri adalah seseorang yang berasal dari Indonesia lulusan Universitas Harvard, Nadiem Makarim.



 Saya menyukai iklan Go – Jek  (Munculnya Gozali) ini dikarenakan iklannya sangat kreatif, unik, lucu, dan nyeleneh, serta sangat mudah untuk menarik perhatian para penontonnya dikarenakan model iklannya yang berebeda dengan iklan – iklan lainnya dikarenakan pemeran iklan tersebut mirip dengan sebuah film anak – anak jepang yaitu kamen rider. Berikut adalah iklan dari Go-Jek tersebut :







Dalam Channel Youtube resmi Go – Jek, video iklan berdurasi satu menit ini yang berjudul “GO-JEK Versi Kamu : Gozali” dengan Caption “Lagi Asik Ngopi, Eh Tiba2 Ada Keributan Bikin Warga Ngejungkel dari Bangku! Ada Apa Nih Pemirsa?” menceritakan mengenai sesosok makhluk Godzilla raksasa menyerang warung makan dan membuat semua orang kabur. Akan tetapi, seorang driver (abang) Go-Jek datang dan berubah menjadi seseorang yang mirip dengan Space Sheriff Gavan yang berasal dari film Jepang Kamen Rider untuk menyelamatkan para warga yang ketakutan.



Namun alih – alih menyelamatkan para warga, Abang Go-Jek yang mirip dengan Space Sheriff Gavan ini malah dibuat kewalahan oleh sesosok Godzilla yang ternyata malah meng – update aplikasi Go-Jek ke versi terbaru dan mencoba masing – masing fitur yang tersedia yang dapat disesuaikan dengan keinginan (favorit) si Godzilla tersebut. Iklan ini juga menggunakan bahasa Jepang yang lucu dan sebenarnya tidak memiliki arti sama sekali alias “asal – asalan”.



Iklan ini sebenarnya hanya ingin menunjukkan bahwa aplikasi Go-Jek dapat kita gunakan sesuai dengan keinginan dan kebutuhan layanann yang sering digunakan (favorit) dari para penggunanya yang dimana dapat kita ketahui bahwa sekarang aplikasi Go-Jek sudah memiliki berbagai macam layanan yang sangat banyak sehingga para penggunanya dapat memilih layanan – layanan favorit yang diprioritaskan sebanyak 7 bahkan lebih layanan pada aplikasi Go-Jeknya.

  • Analisa SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, Threats)
  • Strength (Kekuatan)

- Iklannya sangat kreatif, unik, menarik, dan lucu sehingga dapat menarik para pelanggan – pelanggan baru yang belum menggunakan aplikasi Go-Jek.
- Banyaknya variasi layanan yang ditawarkan oleh Go-Jek kepada pengguna aplikasinya
- Aplikasinya dapat disesuaikan dengan keinginan / kebutuhan / favorit dari para pengguna aplikasi


  • Weakness (Kelemahan)

- Karena banyaknya variasi layanan yang ditawarkan, jadi pengguna harus memilih layanan – layanan yang sering digunakan sebanyak 7 layanan saja. Lebih dari itu para pengguna harus meng – edit kembali layanan – layanan favorit yang ingin digunakan. 

  • Opportunity (Peluang)
- Makin bertambahnya pengguna aplikasi Go-Jek 
- Meningkatkan pendapatan melalui iklan yang diiklankan demi menarik perhatian para penontonnya.

  • Threats (Ancaman)
- Adanya pesaing - pesaing aplikasi layanan sejenis yang dapat mengiklankan produknya lebih menarik daripada iklan Go-Jek
- Adanya pesaing yang memiliki layanan yang lebih banyak daripada layanan yang ditawarkan oleh Go-Jek

Sumber :
https://www.go-jek.com
https://www.youtube.com/watch?v=JeXgsTABOAg

Jumat, 09 Maret 2018

Tugas Blog Etika Bisnis Ke-1


sumber : https://boediono74.blogspot.co.id/2017/11/etika-bisnis.html


Nama :
1. Yosua Geraldi Harlim (17215293)
2. Ade Prabu Zulviana (10215097)
3. Anggi Mulyana (10215786)
4. Rifqi Farhan (15215974)


PRINSIP - PRINSIP ETIKA DALAM BERBISNIS
Dalam dunia bisnis, etika sangat diperlukan untuk mengelola serta menjalankan sebuah bisnis. Dengan etika yang baik, secara otomatis bisnis akan lebih mudah berkembang. Menurut Dr. H. Budi Untung, etika bisnis merupakan suatu pengetahuan tentang tata cara ideal pengaturan dan pengelolaan bisnis yang memperhatikan norma dan moralitas yang berlaku secara universal dan secara ekonomi atau sosial. Penerapan norma dan moralitas ini menunjang maksud dan tujuan kegiatan dalam bisnis. Dalam penerapan etika bisnis, maka bisnis harus mempertimbangkan unsur norma dan moralitas yang berlaku di dalam masyarakat.
Secara umum, Etika bisnis itu sendiri adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan cara melakukan kegiatan bisnis yang mencakup seluruh aspek yang masih berkaitan dengan personal, perusahaan ataupun masyarakat. Etika bisnis juga merupakan acuan cara yang harus ditempuh oleh perusahaan untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan. Oleh karena itu, etika bisnis memiliki beberapa prinsip umum yang dijadikan acuan dalam melaksanakan kegiatan dan mencapai tujuan bisnis yang dimaksud. Adapun prinsip etika bisnis tersebut, yaitu : 

1.      Prinsip Otonomi
Otonomi merupakan sikap dan kemampuan manusia untuk mengambil keputusan dan bertindak berdasarkan kesadaran sendiri tentang apa yang dianggapnya baik untuk dilakukan. Seseorang dikatakan memiliki prinsip otonomi dalam berbisnis jika ia sadar sepenuhnya akan kewajibannya dalam dunia bisnis. Ia tahu mengenai bidang kegiatannya, situasi yang dihadapinya, tuntutan dan aturan yang berlaku bagi bidang kegiatannya.
Jadi, Prinsip otonomi dalam etika bisnis adalah bahwa perusahaan secara bebas memiliki kewenangan sesuai dengan bidang yang dilakukan dan pelaksanaannya sesuai dengan visi dan misi yang dipunyainya. 

2.      Prinsip Kejujuran
Prinsip kejujuran dalam etika berbisnis merupakan suatu nilai prinsip yang mendasar untuk mendukung keberhasilan kinerja perusahaan. Dalam hal ini, prinsip kejujuran hanya dapat diaplikasikan terhadap karyawan, konsumen, para pemasok dan pihak – pihak lain yang terkait dengan kegiatan bisnis yang bersangkutan.
Jadi dapat dikatakan bahwa prinsip yang paling hakiki dalam aplikasi bisnis berdasarkan kejujuran terutama dalam pemakai kejujuran terhadap diri sendiri. Sehingga jika prinsip kejujuran terhadap diri sendiri ini mampu dijalankan oleh setiap manajer atau pengelola perusahaan serta pihak – pihak yang terkait, maka dapat dijamin pengelolaan bisnis yang dijalankan dengan prinsip kejujuran tersebut.

3.      Prinsip Keadilan
Prinsip keadilan menuntut agar setiap orang diperlakukan secara sama sesuai dengan aturan yang adil dan sesuai dengan kriteria yang rasional, obyektif dan dapat dipertanggung jawabkan. Demikian pula prinsip keadilan menuntut agar setiap orang dalam kegiatan bisnis entah dalam relasi eksternal perusahaan maupun relasi internal perusahaan perlu diperlakukan secara sama sesuai dengan haknya masing-masing. Keadilan menuntut agar tidak ada pihak yang dirugikan hak dan kepentingannya.

4.      Prinsip Hormat Pada Diri Sendiri
Pinsip hormat pada diri sendiri dalam etika bisnis merupakan prinsip tindakan yang dampaknya berpulang kembali kepada bisnis itu sendiri. Dalam aktivitas bisnis tertentu ke masyarakat merupakan cermin diri bisnis yang bersangkutan. Namun jika bisnis memberikan kontribusi yang menyenangkan bagi masyarakat, tentu masyarakat memberikan respon sama. Sebaliknya jika bisnis memberikan image yang tidak menyenangkan maka masyarakat tentu tidak menyenangi terhadap bisnis yang bersangkutan. Namun jika para pengelola perusahaan ingin memberikan respek kehormatan terhadap perusahaan, maka lakukanlah respek tersebut para pihak yang berkepentingan baik secara langsung maupun tidak langsung.

5.      Prinsip Integritas Moral
Prinsip ini menganjurkan agar orang-orang yang menjalankan bisnis tetap dapat menjaga nama baik perusahaan. Perusahaan harus megelola bisnisnya sedemikian rupa agar tetap dipercaya, tetap paling unggul dan tetap yang terbaik.
Dengan kata lain prinsip ini merupakan tuntutan dan dorongan dari dalam diri pelaku bisnis dan perusahaan untuk menjadi yang terbaik dan dibanggakan. Hal ini tercermin dalam seluruh perilaku bisnisnya dengan siapa saja, baik keluar maupun ke dalam perusahaan.

6.      Prinsip Saling Menguntungkan
Prinsip ini menuntut agar bisnis dijalankan sedemikian rupa sehingga menguntungkan semua pihak. Jadi kalau prinsip keadilan menuntut agar tidak boleh ada pihak yang dirugikan hak dan kepentingannya, prinsip saling menguntungkan menuntut hak yang sama yaitu agar semua pihak berusaha untuk saling menguntungkan satu sama lain. Prinsip ini terutama mengakomodasi hakikat dan tujuan bisnis.
Dalam kenyataan, pengusaha ingin memperoleh keuntungan dan konsumen ingin memperoleh barang dan jasa yang memuaskan (harga tertentu dan kualitas yang baik) maka bisnis hendaknya dijalankan saling menguntungkan antara produsen dan konsumen.


Source :

Sabtu, 06 Januari 2018

Tugas Ekonomi Koperasi (3)


Nama : Rifqi Farhan 
NPM  : 15215974
Kelas  : 3EA23


1.  Berikan penjelasan anda tentang kontribusi koperasi dalam membangun dan memberdayakan ekonomi masyarakat!

Jawab:

Kontribusi koperasi dalam membangun dan memberdayakan ekonomi masyarakatnya yaitu cukup besar, dimana menurut Menteri Koperasi dan UKM Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga mengatakan bahwa kontribusi koperasi ke perekonomian nasional pada tahun 2015 mencapai Rp 508,5 Trilliun. Jika dihitung porsi koperasi mencapai 4,41% terhadap Product Domestic Bruto (PDB) nasional yang tercatat Rp 11.540,7 Trilliun. Kemungkinan untuk tahun – tahun selanjutnya, Puspayoga mengatakan bahwa kontribusi koperasi dalam hal tersebut akan lebih tinggi lagi daripada tahun sebelumnya. Menurut Agus Muharram, Sekretaris Kementrian Koperasi dan UKM (Kemenkop), peningkatan kotribusi tersebut ditunjukkan oleh :
  • Pertama, pertumbuhan nilai PDB koperasi dan UMKM yang rata – ratanya mencapai 6,5% - 7,5% /tahun.
  • Kedua, meningkatnya daya saing UMKM yang ditunjukkan oleh pertumbuhan produktifitas UMKM yang rata – ratanya sebesar 5% - 7%/tahun.
  • Ketiga, meningkatnya usaha baru yang berpotensi tumbuh dan inovatif yang ditunjukkan oleh pertambahan wirausaha baru sebesar satu juta unit dalam lima tahun yang dikontribusikan dari program nasional dan daerah. 
  • Keempat, meningkatnya kinerja kelembagaan dan usaha koperasi yang ditunjukkan oleh peningkatan partisipasi anggota koperasi dalam permodalan dari sebesar 52,5% menjadi 55% dalam lima tahun, dan pertumbuhan usaha koperasi rata – rata sebesar 15,5% - 18%/tahun 

2. Berikan penjelasan anda tentang hambatan, tantangan, strategi koperasi dalam menghadapi persaingan global!


Jawab:

a) Hambatan
  1. Kurang adanya dukungan modal yang kuat yang dimiliki oleh koperasi, sehingga sulit untuk menghadapi persaingan global. Jadi, untuk keluar dari masalah tersebut harus dilakukan suatu terobosan structural dengan melakukan restrukturasi dalam penguasaan faktor produksi, khususnya dari permodalan. 
  2. Sumber Daya Manusia (SDM) dari koperasi yang masih kurang bisa mendukung jalannya suatu kegiatan koperasi, dimana pengelola yang ditunjuk oleh pengurus koperasi seringkali diambil dari kalangan yang kurang professional yang biasanya kurang baik dari sisi akademis maupun penerapan dalam wirausaha. Sehingga apabila tidak memiliki Sumber Daya Manusia yang baik, maka koperasi akan sulit bersaing ditengah – tengah era globalisasi ini. 
  3. Tingkat partisipasi anggota koperasi yang masih rendah. Hal ini disebabkan karena sosialisasi yang belum optimal dimana anggota – anggotanya hanya sebatas tahu tentang koperasi saja dan belum mengetahui esensi dari koperasi itu sendiri, baik dari system permodalannya maupun system kepemilikannya. 
b) Tantangan
  1. Sumber Daya Manusia dan Permodalan. Koperasi harus bisa meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia dan Permodalannya serta memiliki intelektualitas yang tinggi dan wawasan yang luas agar suatu koperasi selalu memiliki inovasi – inovasi yang baru dari program – program dan kegiatan sehingga menciptakan dan merasakan suatu manfaat koperasi yang lebih baik dan masyarakat tertarik untuk menjadi bagian dari anggota koprasi 
  2. Teknologi. Dalam era globalisasi saat ini, teknologi merupakan hal yang sangat mempengaruhi bagi setiap bidang usaha seperti koperasi karena dengan adanya teknologi yang canggih dapat membantu SDM untuk mengelola data sebuah koperasi, mempermudah dalam membuat program – program koperasi, dan dapat membantu suatu pengambilan keputusan yang jelas, akurat dan tepat.
  3. Peran Pemerintah dan Masyarakat Luas. Pemerintah perlu ikut turun tangan dalam usaha koperasi ini agar koperasi bisa berkembang dan bersaing dengan Negara lain di era globalisasi saat ini. Dalam hal ini pemerintah perlu memberikan dukungan dan bantuan program pemerintah serta bantuan secara moriil dan materiil untuk mengembangkan koperasi. Karena dengan adanya hal – hal tersebut dapat membuat masyarakat Indonesia tertarik untuk membuat koperasi makin dikenal oleh rakyat dan semakin tertarik untuk ikut bergabung menjadi anggota kekoperasian.
c) Strategi
  1. Melakukan pertumbuhan yang cepat. Hal yang perlu diciptakan untuk melakukan suatu pertumbuhan yang cepat dalam SDM nya yaitu dengan cara melakukan penambahan jumlah karyawan maupun unit bisnis sambil mempertahankan bauran produk dan jangkauan pasar yang sudah dijangkau. Dengan demikian strategi ini akan mengubah ukuran koperasi daripada ruang lingkupnya. 
  2. Perubahan bauran produk. Bauran produk yang diubah akan secara otomatis berdampak pada operasi koperasi di Indonesia juga strategi pemasaran serta strategi penjualan dimana penambahan produk dapat dilakukan seperti melakukan akuisisi. 
  3. Meningkatkan inovasi. Koperasi harus dapat merencanakan peningkatan suatu inovasi dalam melakukan bisnisnya karena tantangan yang dihdapai dalam persaingan global akan lebih berat. 


3.  Apa yang anda ketahui tentang koperasi syariah?

Jawab:

Koperasi Syariah adalah suatu badan usaha koperasi yang menjalankan usaha – usahanya dengan prinsip sesuai dengan syariah – syariah islam yaitu berdasarkan Al –Qur’an dan As-Sunahnya yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya serta ikut turut serta membangun tatanan perekonomian yang berkeadilan sesuai dengan prinsip – prinsip Islam. Oleh karena itu koperasi syariah tidak boleh melakukan segala kegiatan usahanya yang menyangkut dengan suatu unsur – unsur seperti riba, ikhtikar, gharar, maysir (spekulasi), dan dzalim. Pada intinya Koperasi Syariah harus meninggalkan atau tidak melakukan transaksi – transaksi yang tidak syariah. Selebihnya selama tidak ada larangan dari Al – Qur’an, Sunnah Nabi ataupun Fatwa MUI, maka prinsipnya adalah boleh. 

Jumat, 24 November 2017

Tata Cara Pendirian Koperasi




    Koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang - orang atau badan hukum yang berlandaskan pada kegiatannya berdasarkan prinsip Koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasar atas asas kekeluargaan. Dalam mendirikan suatu badan usaha koperasi, ada beberapa hal yang harus disiapkan seperti yang sudah dipaparkan dalam flowchart diatas dalam mendirikan badan usaha tersebut, yaitu diantaranya adalah : 

1. Persyaratan Pembentukan Koperasi

      Dalam UU Nomor 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian, yaitu dalam Pasal 6 sampai dengan 8 disebutkan bahwa persyaratan untuk pembentukan Koperasi adalah sebagai berikut : 
  1.  Persyaratan pembentukan Koperasi didasarkan atas bentuk Koperasi yang akan dibentuk, yaitu apakah Koperasi Primer atau Koperasi Sekunder.
  2. Untuk persyaratan pembentukan Koperasi Primer memerlukan minimal 20 orang anggota. Untuk persyaratan pembentukan Koperasi Sekunder memerlukan minimal 3 Koperasi yang telah berbadan hukum.
  3. Koperasi yang dibentuk harus berkedudukan di wilayah negara Republik Indonesia.
  4. Untuk pembentukan Koperasi dilakukan dengan akta pendirian yang memuat anggaran dasar.
  5. Memiliki Anggaran Dasar Koperasi.


# Anggaran Dasar Koperasi

     Menurut UU Nomor 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian, dalam Pasal 8 mengenai Anggaran Dasar Koperasi sekurang – kurangnya harus memuat hal – hal seperti : 

1.     Daftar nama pendiri
2.     Nama dan tempat kedudukan
3.     Maksud dan tujuan serta di bidang usaha
4.     Ketentuan mengenai keanggotaan
5.     Ketentuan mengenai rapat anggota
6.     Ketentuan mengenai pengolahan
7.     Ketentuan mengenai permodalan
8.     Ketentuan mengenai jangka waktu berdirinya
9.     Ketentuan mengenai pembagian sisa hasil usaha
          10.   Ketentuan mengenai sanksi 

2. Dasar Pembentukan Koperasi

     Hal - hal yang perlu diperhatikan dalam dasar pembentukan koperasi adalah sebagai berikut :

1. Orang-orang yang mendirikan dan yang nantinya menjadi anggota Koperasi harus mempunyai kegiatan dan atau kepentingan ekonomi yang sama. Hal itu mengandung arti bahwa tidak semua orang dapat mendirikan dan atau menjadi anggota Koperasi tanpa adanya kejelasan kegiatan atau kepentingan ekonominya. Kegiatan ekonomi yang sama diartikan memiliki kebutuhan ekonomi yang sama. Orang-orang yang mendirikan koperasi tersebut tidak dalam keadaan cacat hukum, yaitu tidak sedang menjalani atau terlibat masalah atau sengketa hukum, juga orang-orang diindikasikan sebagai orang yang suka menghasut atau kena hasutan pihak lain yang merusak atau memecah belah Persatuan Gerakan Koperasi.
2. Usaha yang akan dilaksanakan oleh Koperasi harus layak secara ekonomi. Layak secara ekonomi diartikan bahwa usaha tersebut akan dikelola secara efesien dan mampu menghasilkan keuntungan usaha dengan memperhatikan faktor-faktor tenaga kerja, modal dan teknologi.
3. Modal sendiri harus cukup tersedia untuk mendukung kegiatan usaha yang akan dilaksanakan tanpa menutup kemungkinan memperoleh bantuan, fasilitas dan pinjaman dari pihak luar.
4.  Kepengurusan dan manajemen harus disesuaikan dengan kegiatan usaha yang akan dilaksanakan agar tercapai efesien dalam pengolahan Koperasi. Perlu diperhatikan bahwa mereka yang nantinya ditunjuk/dipilih menjadi pengurus haruslah orang yang memiliki kejujuran, kemampuan dan kepemimpinan, agar Koperasi yang didirikan tersebut sejak dini telah memiliki kepengurusan yang handal.

3. Persiapan Pembentukan Koperasi

     Setelah dasar pembentukan suatu Koperasi sudah dipenuhi, adapun persiapan yang perlu dilakukan dalam upaya untuk mendirikan suatu Koperasi adalah dengan cara : 

  1.       Pembentukan Koperasi harus dipersiapkan dengan matang oleh para pendiri. Persiapan tersebut antara lain meliputi kegiatan penyuluhan, penerangan maupun pelatihan bagi para pendiri dan calon anggota untuk memperoleh pengertian dan kejelasan mengenai perkoperasian.
  2.       Yang dimaksud pendiri adalah mereka yang hadir dalam rapat pembentukan Koperasi dan yang telah memenuhi persyaratan keanggotaan serta menyatakan diri menjadi anggota.
  3.       Para pendiri mempersiapkan rapat pembentukan dengan cara antara lain penyusunan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga.
4. Rapat Pembentukan Koperasi
      
      Setelah semua persiapan dan persayaratan pembentukan koperasi telah dilakukan, langkah selanjutnya yang dapat dilakukan yaitu melakukan suatu rapat pembentukan koperasi dengan memperhatikan ketentuan – ketentuan sebagai berikut :
    
  1.      Rapat anggota Koperasi dihadiri oleh sekurang-kurangnya 20 (dua puluh) orang untuk Koperasi Primer dan sekurang-kurangnya 3 (tiga) koperasi untuk Koperasi Sekunder.
  2.       Rapat pembentukan dipimpin oleh seseorang atau beberapa pendiri atau kuasa pendiri.
  3.      Yang disebut kuasa pendiri adalah beberapa orang dari pendiri yang diberi kuasa dan sekaligus ditunjuk oleh untuk pertama kalinya sebagai Pengurus Koperasi untuk memproses pengajuan permintaan pengesahan akta pendirian Koperasi dan menandatangani Anggaran Dasar Koperasi.
  4.      Apabila diperlukan dan atas permohonan para pendiri, pejabat Dinas Koperasi dapat hadir dalam rapat pembentukan untuk membantu kelancaran jalannya rapat dan memberikan petunjuk-petunjuk seperlunya. 
  5.      Dalam rapat pembentukan tersebut perlu dibahas, antara lain mengenai keanggotaan, usaha yang akan dijalankan, modal sendiri, kepengurusan dan pengelolaan usaha pengurusan anggaran dasar atau anggaran rumah tangga
  6.    Anggaran dasar harus memuat sekurang-kurangnya daftar nama hadir, nama dan tempat kedudukan, maksud dan tujuan, bidang usahanya, ketentuan mengenai keanggotaan, rapat anggota, pengelolaan, jangka waktu berdiri, pembagian Sisa Hasil Usaha (SHU), dan ketentuan mengenai sanksi
  7.     Rapat harus mengambil kesepakatan dan keputusan serta wajib membuat berita acara rapat pembentukan Koperasi 
5. Pengesahan Akta Pendirian Koperasi atau Badan Hukum Koperasi
    
            Suatu pengesahan akta pendirian koperasi harus diajukan oleh para pendirinya kepada pemerintah dengan mengajukan permintaan pengesahan secara tertulis yang dilakukan melalui media notaris dalam pembuatan akta nya (Pasal 6 Ayat 2).  Dalam hal ini, pemerintah atau pejabat yang berwenang akan melakukan penelitian terhadap materi Anggaran Dasar yang diajukan dan melakukan pengecekan terhadap keberadaan koperasi tersebut (Pasal 8 Ayat 2). Waktu pengesahan selambat – lambatnya 3 (tiga) bulan sejak berkas diterima lengkap (Pasal 9 Ayat 2). 

      Apabila permohonan ditolak, maka keputusan penolakan beserta alasannya akan disampaikan kembali kepada pendiri paling lama 3 (tiga) bulan sejak permohonan diajukan (Pasal 12 Ayat 1). Dalam hal ini, para pendiri dapat mengajukan permintaan pengesahaan ulang akta pendirian koperasi dalam jangka waktu paling lama 1 (satu) bulan. Keputusan terhadap permintaan ulang tersebut diberikan paling lambat 1 (satu) bulan (Pasal 12 Ayat 2).

           Dalam melakukan proses pengajuan permintaan pengesahan kepada pemerintah, terdapat beberapa hal yang perlu dilampirkan, yaitu :
  1.       Berita acara pembentukan Koperasi termasuk pemberian kuasa untuk mengajukan permintaan pengesahan akta.
  2.       Surat bukti penyetoran modal dari setiap pendiri kepada koperasinya dengan jumlah sekurang - kurangnya sebesar simpanan pokok.
  3.       Rencana awal kegiatan Koperasi atau program kerja.
  4.       Daftar hadir rapat pembentukan Koperasi.
  5.       Data pendiri Koperasi.
  6.       Daftar susunan pengurus dan pengawas Koperasi.
  7.       Fotokopi KTP dari masing - masing anggota pendiri (untuk koperasi primer).
  8.       Rekomendasi dari kelurahan yang diketahui oleh kecamatan domisili Koperasi itu berada.
  9.       Pas foto pengurus Koperasi.
6. Pertanggungjawaban Kuasa Koperasi

Setelah akta pendirian Koperasi disahkan maka akan diterbitkan SK mengenai pendiran koperasi tersebut. Dalam hal ini, pendiri harus segera mengadakan rapat anggota, baik rapat anggota biasa maupun rapat anggota tahunan (RAT) untuk memutuskan menerima atau menolak tanggung jawab kuasa pendiri atas kegiatan usaha atau tindakan hukum yang telah dilaksanakan.

Apabila rapat anggota menerima maka kegiatan usaha atau tindakan hukum yang telah dilaksanakan kuasa pendiri menjadi beban atau keuntungan Koperasi. Jika ditolak maka segala akibat yang timbul dari kegiatan usaha atau tindakan hukum tersebut menjadi tanggung jawab pribadi kuasa pendiri.

Pada saat RAT pertama ini dirumuskan perangkat lunak dan perangkat keras dari organisasi Koperasi yang dibentuk, seperti tata kerja dan struktur organisasi, jenis usaha, kepengurusan (pengurus dan pengawas) pertama dalam koperasi yang dibentuk dan hal-hal strategis lainya untuk keperluan pengembangan Koperasi, pengurus terpilih bertanggung jawab atas keberlangsungan aktivitas usaha dan organisasi koperasi sampai RAT tahun selanjutnya.

Kamis, 19 Oktober 2017

Tantangan Koperasi dalam Menghadapi Persaingan di Era MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN)

Nama : Rifqi Farhan
NPM  : 15215974
Kelas : 3EA23



       1. SEJARAH KOPERASI

Koperasi pertama kali diperkenalkan oleh seorang berkebangsaan Skotlandia, yang bernama Robert Owen (1771-1858). Setelah koperasi berkembang dan diterapkan di beberapa Negara-negara eropa. Koperasi pun mulai masuk dan berkembang di Indonesia.

Di Indonesia koperasi mulai diperkenalkan oleh Patih R.Aria Wiria Atmaja pada tahun 1896, dengan melihat banyaknyak para pegawai negeri yang tersiksa dan menderita akibat bunga yang terlalu tinggi dari rentenir yang memberikan pinjaman uang. Melihat penderitaan tersebut Patih R.Aria Wiria Atmaja lalu mendirikan Bank untuk para pegawai negeri, beliau mengadopsi system serupa dengan yang ada di jerman yakni mendirikan koperasi kredit. Beliau berniat membantu orang-orang agar tidak lagi berurusan dengan renternir yang pasti akan memberikan bunga yang tinggi.

Seorang asisten residen Belanda bernama De Wolffvan Westerrode, merespon tindakan Patih R.Aria Wiria, sewaktu mengunjungi Jerman De Wolffvan Westerrode menganjurkan akan mengubah Bank Pertolongan Tabungan yang sudah ada menjadi Bank Pertolongan, Tabungan dan Pertanian.

Setelah itu koperasi mulai cepat berkembang di Indonesia, hal ini juga didorong sifat orang-orang Indonesia yang cenderung bergotong royong dan kekeluargaan sesuai dengan prinsip koperasi. Bahkan untuk mengansitipasi perkembangan ekonomi yang berkembang pesat pemerintahan Hindia-Belanda pada saat itu mengeluarkan peraturan perundangan tentang perkoperasian. Pertama, diterbitkan Peraturan Perkumpulan Koperasi No. 43, Tahun 1915, lalu pada tahun 1927 dikeluarkan pula Peraturan No. 91, Tahun 1927, yang mengatur Perkumpulan-Perkumpulan Koperasi bagi golongan Bumiputra. Pada tahun 1933, Pemerintah Hindia-Belanda menetapkan Peraturan Umum Perkumpulan-Perkumpulan Koperasi No. 21, Tahun 1933. Peraturan tahun 1933 itu, hanya diberlakukan bagi golongan yang tunduk kepada tatanan hukum Barat, sedangkan Peraturan tahun 1927, berlaku bagi golongan Bumiputra.

Setelah pemerintahan Hindia-belanda menunjukkan sikap diskriminasi dalam peraturan yang dibuatnya. Pada tahun 1908 Dr. Sutomo yang merupakan pendiri dari Boedi Utomo memberikan perananya bagi gerakan koperasi untuk memperbaiki kondisi kehidupan rakyat.

Serikat Dagang Islam (SDI) 1927, Dibentuk bertujuan untuk memperjuangkan kedudukan ekonomi pengusah-pengusaha pribumi. Kemudian pada tahun 1929, berdiri Partai Nasional Indonesia yang memperjuangkan penyebarluasan semangat koperasi.

Setelah jepang berhasil menguasai sebagian besar daerah asia, termasuk Indonesia, system pemerintahan pun berpindah tangan dari pemerintahan Hindia-Belanda ke pemerintahan Jepang. Jepang lalu mendirikan koperasi kumiyai, namun hal ini hanya dimanfaatkan Jepang untuk mengeruk keuntungan, dan menyengsarakan rakyat Indonesia. Setelah Indonesia merdeka, pada tanggal 12 juli 1947, pergerakan koperasi di Indonesia mengadakan Kongres Koperasi yang pertama di Tasikmalaya. Hari ini kemudian ditetapkan sebagai Hari Koperasi Indonesia.Sekaligus membentuk Sentral Organisasi Koperasi Rakyat Indonesia (SOKRI) yang berkedudukan di Tasikmalaya.

Lalu kita mengenal Moh. Hatta sebagai bapak koperasi. Beliau mengusulkan didirikannya 3 macam koperasi :
  • Pertama, adalah koperasi konsumsi yang terutama melayani kebutuhan kaum buruh dan pegawai.
  • Kedua, adalah koperasi produksi yang merupakan wadah kaum petani (termasuk peternak atau nelayan).
  • Ketiga, adalah koperasi kredit yang melayani pedagang kecil dan pengusaha kecil guna memenuhi kebutuhan modal.

Bung Hatta mengatakan bahwa tujuan koperasi yang sebenarnya bukan mencari laba atau keuntungan, namun bertujuan untuk memenuhi kebutuhan bersama anggota koperasi


2. PENGERTIAN KOPERASI

Koperasi adalah badan usaha yang dimiliki dan dijalankan oleh anggotanya untuk memenuhi kebutuhan bersama di bidang ekonomi, sosial dan budaya yang berdasar atas asas kekeluargaan yang semua anggotanya terdiri dari perorangan atau badan hukum dengan tujuan untuk mensejahterakan anggotanya. Koperasi juga bisa diartikan sebagai badan usaha yang mempunyai anggota yang setiap anggota memiliki tugas dan tanggung jawab masing masing dimana setiap anggota mempunyai hak suara yang sama dalam setiap keputusan yang akan diambil.

Sedangkan pengertian koperasi yang lebih formal adalah sesuai dengan Undang Undang No. 17 Tahun 2012 pasal 1, yaitu:

Koperasi: badan hukum yang didirikan oleh orang perseorangan atau badan hukum koperasi, dengan pemisahan kekayaan para anggotanya sebagai modal untuk menjalankan usaha, yang memenuhi aspirasi dan kebutuhan bersama di bidang ekonomi, sosial, dan budaya sesuai dengan nilai dan prinsip koperasi.

Tujuan utama dari koperasi yaitu untuk memajukan kesejahteraan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya serta turut serta membangun tatanan perekonomian nasional dalam rangka mewujudkan masyarakat yang maju, adil dan makmur berlandaskan Pancasila dan Undang undang dasar 45.

Adapun tujuan khusus dari didirikannya koperasi, yaitu :
  1.  Mensejahterakan Anggota koperasi dan masyarakat sekitar
  2.  Memperbaiki kehidupan para anggota dan masyarakat di bidang ekonomi
  3.  Mewujudkan masyarakat adil, maju, dan makmur
  4.  Membangun tatanan perekonomian nasional 
            3. JENIS - JENIS KOPERASI

Ada beberapa jenis koperasi berdasarkan fungsinya. Dalam UU RI No. 17 Tahun 2012, disebutkan bahwa jenis-jenis koperasi di Indonesia adalah sebagai berikut:

            ·         Koperasi Konsumen

Sesuai namanya, koperasi ini diperuntukkan bagi konsumen barang dan jasa. Biasanya, mereka menjual berbagai kebutuhan harian seperti kelontong atau alat tulis sehingga sekilas tampak seperti toko biasa. Bedanya, keuntungan yang didapat dari penjualan akan dibagikan kepada anggotanya. Selain itu, karena biasanya yang membeli dari koperasi konsumen adalah anggotanya juga, maka harga barangnya cenderung lebih murah dari toko biasa.

            ·         Koperasi Produsen

Sesuai namanya, koperasi ini diperuntukkan bagi produsen barang dan jasa. Koperasi ini menjual barang produksi anggotanya, misalnya koperasi peternak sapi perah menjual susu sedangkan koperasi peternak lebah menjual madu. Dengan bergabung dalam koperasi, para produsen bisa mendapatkan bahan baku dengan harga lebih murah dan menjual hasil produksinya dengan harga layak.

            ·         Koperasi Jasa

Koperasi jasa hampir sama seperti koperasi konsumen, tetapi yang disediakan oleh koperasi ini adalah kegiatan jasa atau pelayanan bagi anggotanya. Misalnya saja, koperasi jasa angkutan atau koperasi jasa asuransi.

            ·         Koperasi Simpan Pinjam

Koperasi simpan pinjam memberikan pinjaman kepada anggotanya. Koperasi ini bertujuan untuk membantu anggotanya yang membutuhkan uang dalam jangka pendek dengan syarat yang mudah dan bunga yang rendah.

            ·         Koperasi Serba Usaha

Beberapa koperasi menyediakan beberapa layanan sekaligus. Misalnya, selain menjual barang kebutuhan konsumen, koperasi tersebut juga menyediakan jasa simpan pinjam. Koperasi seperti ini disebut sebagai Koperasi Serba Usaha (KSU) 

            4. HAK DAN KEWAJIBAN ANGGOTA KOPERASI

Saat seseorang menjadi anggota koperasi, secara otomatis dia akan mendapatkan hak dan kewajiban. Hak dan kewajiban anggota koperasi diatur dalam pasal 20 UU No. 25 1992.

Kewajiban anggota koperasi adalah sebagai berikut:

1.  Mematuhi anggaran dasar dan anggaran rumah tangga koperasi serta semua keputusan yang telah disepakati bersama dalam rapat anggota.
2.    Berpartisipasi dalam kegiatan usaha yang diselenggarakan oleh koperasi.
3.    Mengembangkan dan memelihara kebersamaan azas kekeluargaan

Hak anggota koperasi adalah sebagai berikut:

1.      Menghadiri, menyatakan pendapat dan memberikan suara dalam rapat anggota.
2.      Memilih dan atau dipilih menjadi pengurus.
3.      Meminta diadakan rapat anggota menurut ketentuan-ketentuan dalam anggaran dasar
4.   Mengemukakan pendapat atau saran-saran kepada pengurus diluar rapat anggota, baik diminta atau tidak diminta.
5.      Memanfaatkan koperasi dengan mendapat pelayanan yang sama antar sesama anggota.
6.  Mendapatkan keterangan mengenai perkembangan menurut ketentuan dalam anggaran dasar

Tidak ada yang dapat mencabut hak anggota koperasi, termasuk Pengurus sekalipun. Hak dan kewajiban seorang anggota koperasi akan gugur hanya saat dia tidak lagi menjadi anggota.

            5. PRINSIP KOPERASI

Setiap usaha yang dijalankan pasti ada suatu prinsip yang harus dipenuhi dan di terapkan, sama hal nya dengan koperasi yang memiliki prinsip – prinsip yang harus dipenuhi untuk mencapai tujuannya, yaitu :
  
           a. Keangotaan bersifat sukarela dan terbuka.

Maksudnya setiap keanggotaan / anggota secara sukarela memberikan modalnya sendiri-sendiri untuk di gabungkan sebagai usaha bersama berdasarkan atas asas kekeluargaan dan kenggotaan bersifat terbuka maksudnya terbuka untuk siapa saja yang mau menjadi anggota koperasi tersebut

           b. Pengelolaan dilakukan secara demokrasi.

Karena setiap kenggotaan koperasi bebas berpendapat, tetapi yang dimaksud bebas berpendapat harus memakai aturan yang jelas berdasarkan prinsip koperasi sebagai gerakan ekonomi rakyat berdasarkan asas kekeluargaan demi mewujudkan dan mengembangkan perekonomian nasional yang merupakan usaha bersama berdasarkan asas kekeluargaan.

     c. Pembagian SHU dilakukan secara adil sesuai dengan besarnya jasa usaha masing - masing anggota.

Maksudnya setiap hasil usaha (SHU) adalah jasa darj masing-masing anggota dan modal dari masing-masing anggota ,jadi pembagian SHU setiap anggota harus dibayar secara tunai karena disini setiap anggota adalah investor atas jasa modal,selain investor anggota koperasi adalah pemilik jasa sebagai pemakai /pelangan. SHU juga merupakan hak dari setiap anggota koperasi.

          d. Pemberian balas jasa yang terbatas terhadap modal.

Pembelian balas jasa di dalam anggota koperasi terbatas oleh besarnya modal yang tersedia. Apabila modal sedikit pembelian balas jasanya juga sedikit dan begitu juga sebaliknya, jadi dilihat dari besar-kecilnya modal anggota itu sendiri.

          e. Kemandirian.

Maksudnya setiap anggota mempunyai peran, tugas dan tanggung jawab masing-masing atas setiap usaha itu sendiri, selain itu anggota koperasi di tuntut berperan secara aktif dalam upaya mempertingi kualitas dan bisa mengelola koperasi dan usaha itu sendiri.

          f. Pendidikan perkoperasiaan

Maksudnya pendidikan perkoperasiaan memberikan bekal kemampuan bekerja setelah mereka terjun dalam masyarakat karena manusia disamping sebagai makhluk sosial juga sebagai makhluk individu, dan melalui usaha-usaha pendidikan perkoperasian dan partisipasi anggota sangat di hargain dan dianjurkan dalam berkehidupan koperasi, selain itu juga melalui pendidikan perkoperasiaan setiap orang dapat memenuhi kebutuhannya masing-masing.

          g. Kerjasama antar koperasi.

Maksudnya adanya hubungan kerjasama antar koperasi satu dengan koperasi lainnya untuk mewujudkan dan mengembangkan perekonomian nasional yang merupakan usaha bersama dan dengan adanya kerjasama antar koperasi dapat mewujudkan kesejahteraan koperasi tersebut

6. MODAL KOPERASI 

Untuk menjalankan usahanya, koperasi memerlukan modal. Modal digunakan untuk membeli barang dagangan atau alat-alat produksi. Modal bisa didapat dari dua sumber, yaitu dari anggotanya sendiri (internal) dan dari luar (eksternal).

           1. Modal Internal Koperasi

Modal internal terdiri dari:

·         Simpanan pokok

Simpanan pokok dibayarkan selama satu kali saat mendaftar sebagai anggota dan besarannya sudah ditentukan. Simpanan ini tidak bisa diambil selama masih menjadi anggota koperasi.

·         Simpanan wajib

Simpanan wajib dibayarkan setiap bulan dengan besaran yang sudah ditentukan. Simpanan ini tidak bisa diambil selama masih menjadi anggota koperasi.

·         Simpanan sukarela

Simpanan ini sifatnya sukarela, begitu pula jumlahnya. Simpanan ini dapat diambil kapan saja.

·         Dana cadangan

Dana cadangan adalah bagian dari SHU (Sisa Hasil Usaha) yang tidak dibagikan kepada anggotanya. Jumlahnya sesuai dengan kesepakatan saat rapat anggota.

           2. Modal Eksternal Koperasi

Modal Eksternal terdiri dari:

·  Hibah

Hibah adalah pemberian dari pihak lain untuk koperasi. Hibah dapat berupa uang, lahan, atau barang-barang modal.

·  Pinjaman

Koperasi dapat meminjam modal dari pihak lain, misalnya bank, untuk memenuhi kebutuhan modal.

·  Sumber lain yang sah


                  7.    PERANGKAT KOPERASI

Untuk bisa berjalan lancar, koperasi memerlukan perangkat. Perangkat yang dimaksud di sini adalah:

            1.      Rapat Anggota

Rapat Anggota merupakan pemegang kekuasaan tertinggi dalam koperasi. Keputusan-keputusan penting dalam koperasi seperti pemilihan pengurus, pembagian SHU, dan penetapan dana cadangan diambil pada saat Rapat Anggota.
Rapat anggota dihadiri oleh seluruh anggota. Setiap anggota memiliki satu suara yang dapat digunakan saat pengambilan keputusan. Umumnya, Rapat Anggota diadakan setahun sekali dan sering disebut sebagai RAT (Rapat Anggota Tahunan).

            2.      Pengurus

Untuk menjalankan koperasi, diperlukan beberapa orang yang bertanggung jawab melakukannya. Orang-orang ini disebut sebagai pengurus dan bertugas menjalankan koperasi secara umum.
Pengurus dipilih melalui Rapat Anggota dan memiliki masa jabatan selama lima tahun.

            3.      Pengawas

Untuk mencegah adanya kecurangan dalam pengelolaan koperasi, kinerja Pengurus akan diawasi oleh Pengawas. Setiap tahunnya, Pengawas melakukan audit atas kondisi manajerial, kondisi finansial, serta kondisi fisik/inventaris koperasi. Pengawas juga melaporkan hasil kinerja Pengurus. Pengawas dipilih melalui Rapat Anggota.

            4.      Pengelola

Pengurus bertugas menjalankan koperasi secara umum, sedangkan pengelola bertugas menjalankan usaha koperasi sesuai arahan dari Pengurus. Pengelola sering juga disebut sebagai manajer. Pengelola ditunjuk oleh 

  8. TANTANGAN KOPERASI DALAM MENGHADAPI MEA (MASYARAKAT  EKONOMI ASEAN)
  1. Koperasi harus bisa lebih memanfaatkan teknologi IT yang ada, karena tantangan dalam menghadapi MEA saat ini sangat berat apabila tidak ada pemanfaatan IT yang baik
  2. Koperasi perlu untuk meningkatkan kualitas dan profesionalisme SDM yang dimiliki 
  3. Perlunya inovasi dalam menjalankan bisnis usaha koperasi, agar bisa bersaing dengan negara lain
  4. Perlunya ekspansi pasar dan akses ke sumber daya produktif 
  5. Masih lemahnya modal internal di dalam koperasi, sehingga perlu untuk di benahi 
  6. Akan hilangnya pasar produk ekspor kita karena kalah bersaing yang disebabkan oleh harga dan kualitas produk yang masih kurang baik daripada negara lain
  7. Tergusurnya tenaga kerja kita di negeri sendiri, karena kualitas SDM dari negara lain yang lebih baik dan lebih berkualitas